Perbedaan Drilling Geoteknik dan Drilling Eksplorasi Tambang | Fungsi & Tujuan

Perbedaan Drilling Geoteknik dan Drilling Eksplorasi Tambang

Dalam dunia konstruksi, pertambangan, dan geoteknik, kegiatan drilling (pengeboran) memiliki peran yang sangat penting. Namun, masih banyak yang menganggap drilling geoteknik dan drilling eksplorasi tambang adalah hal yang sama. Padahal, keduanya memiliki tujuan, metode, dan hasil yang sangat berbeda.

Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mudah dipahami mengenai perbedaan drilling geoteknik dan drilling eksplorasi tambang, agar tidak salah dalam menentukan metode pengeboran untuk kebutuhan proyek Anda.

Pengertian Drilling Geoteknik

Drilling geoteknik adalah kegiatan pengeboran tanah dan batuan yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik teknis tanah dan batuan sebagai dasar perencanaan konstruksi.

Drilling jenis ini umumnya digunakan pada proyek:

  • Gedung bertingkat

  • Jalan dan jembatan

  • Bendungan

  • Pelabuhan

  • Area industri dan infrastruktur

Tujuan Drilling Geoteknik:

  • Mengetahui jenis dan lapisan tanah

  • Mengambil soil sample dan rock core

  • Menentukan daya dukung tanah

  • Analisis stabilitas lereng

  • Dasar desain pondasi (shallow & deep foundation)

Pengertian Drilling Eksplorasi Tambang

Drilling eksplorasi tambang adalah kegiatan pengeboran yang dilakukan untuk mengetahui potensi dan sebaran sumber daya mineral di bawah permukaan tanah.

Drilling ini dilakukan dalam tahap eksplorasi pertambangan, seperti:

  • Nikel

  • Emas

  • Batubara

  • Tembaga

  • Bauksit

Tujuan Drilling Eksplorasi Tambang:

  • Mengetahui jenis dan kualitas mineral

  • Menentukan ketebalan dan sebaran bijih

  • Estimasi sumber daya dan cadangan tambang

  • Dasar perencanaan penambangan

Perbedaan Utama Drilling Geoteknik dan Drilling Eksplorasi Tambang

Aspek PerbandinganDrilling GeoteknikDrilling Eksplorasi Tambang
Tujuan PengeboranFokus pada sifat mekanik tanah dan batuan untuk perencanaan konstruksiFokus pada kandungan, kualitas, dan sebaran mineral
Kedalaman PengeboranUmumnya dangkal hingga menengah, sekitar 10–50 meter (tergantung kebutuhan proyek)Bisa sangat dalam, bahkan mencapai ratusan meter
Jenis Data yang Dihasilkan– Data SPT- Rock Quality Designation (RQD)- Parameter teknik tanah dan batuan– Data kadar mineral- Logging litologi- Sampel core untuk uji laboratorium mineral
Metode dan Peralatan– Wash boring- Rotary drilling- Standard Penetration Test (SPT)– Diamond drilling- Reverse Circulation (RC) drilling
Output AkhirLaporan investigasi tanah dan rekomendasi desain pondasiLaporan eksplorasi dan estimasi sumber daya tambang

Kapan Harus Menggunakan Drilling Geoteknik atau Drilling Eksplorasi Tambang?

Gunakan drilling geoteknik jika:

  • Proyek berkaitan dengan konstruksi dan infrastruktur

  • Membutuhkan analisis daya dukung tanah

  • Merancang pondasi dan struktur bangunan

Gunakan drilling eksplorasi tambang jika:

  • Ingin mengetahui potensi mineral

  • Masuk tahap eksplorasi atau studi kelayakan tambang

  • Membutuhkan estimasi sumber daya dan cadangan

Meskipun sama-sama menggunakan metode pengeboran, drilling geoteknik dan drilling eksplorasi tambang memiliki fungsi yang sangat berbeda. Pemilihan metode drilling yang tepat akan menentukan akurasi data, efisiensi biaya, dan keberhasilan proyek secara keseluruhan.

Memahami perbedaan ini penting bagi pemilik proyek, kontraktor, maupun konsultan agar tidak salah langkah sejak tahap awal perencanaan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top